Mataram – Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kesiapan pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) yang akan digelar pada 12–13 Juni 2026 di Hotel Lombok Astoria, Mataram.
Agenda strategis ini mengusung tema “Menguatkan Konsolidasi Alumni, Membangun Kolaborasi Strategis untuk NTB Makmur Mendunia.”
Panitia pelaksana sekaligus Bendahara IKA PMII NTB, Heri Widodo mengatakan seluruh persiapan kegiatan telah rampung.
Saat ini, panitia hanya menunggu kedatangan peserta dan perwakilan Pengurus Cabang (PC) IKA PMII dari seluruh kabupaten/kota di NTB yang akan mengikuti forum organisasi itu.
“Alhamdulillah, persiapan kegiatan sudah mencapai 100 persen. Seluruh kebutuhan teknis maupun substansi acara telah kami siapkan dengan baik. Tinggal menunggu kehadiran seluruh perwakilan PC IKA PMII se-NTB untuk bersama-sama menyukseskan agenda ini,” ujarnya, Sabtu 6 Juni 2026.
Rakerwil dan Rapimwil merupakan forum penting dalam organisasi yang bertujuan memperkuat konsolidasi internal sekaligus merumuskan arah kebijakan dan strategi organisasi ke depan.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat jejaring antarialumni PMII di NTB,” kata Heri.
Menurut Heri, tema yang diangkat mencerminkan komitmen IKA PMII NTB dalam membangun sinergi dan kolaborasi yang lebih luas guna mendukung percepatan pembangunan daerah.
Alumni PMII yang berkiprah di berbagai bidang profesi memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mewujudkan kemajuan daerah.
“Kami ingin memperkuat soliditas alumni sekaligus membangun kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun elemen masyarakat lainnya. Alumni PMII harus hadir sebagai bagian dari solusi dan mitra pembangunan daerah,” tutur Heri.
Potensi alumni PMII yang saat ini berkiprah di berbagai sektor perlu dikonsolidasikan dan disinergikan agar mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Banyak alumni PMII yang saat ini berkiprah di pemerintahan, dunia pendidikan, politik, dunia usaha, hingga organisasi sosial kemasyarakatan. Potensi besar ini perlu dikonsolidasikan sehingga mampu melahirkan gagasan dan program yang bermanfaat bagi NTB,” cetus Heri.
Selain membahas program kerja organisasi, forum Rakerwil dan Rapimwil juga akan melahirkan sejumlah rekomendasi strategis terkait berbagai isu pembangunan daerah.
“Kami berharap seluruh peserta dapat memberikan kontribusi pemikiran dan gagasan terbaik. Hasil forum ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan masyarakat,” kata Heri menambahkan.




