MATARAM — Kiprah akademisi sekaligus aktivis perempuan, Hj. Athik Hidayatul Ummah, kembali mendapat amanah kepemimpinan. Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang pernah menjadi pengurus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Putri (KOPRI) PB PMII tersebut terpilih sebagai Ketua Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) NTB periode 2026-2030.
Athik terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) II ASKOPIS NTB yang digelar di Ballroom Fave Hotel Mataram, Selasa, 18 Agustus 2026.
Terpilihnya Athik menjadi momentum baru bagi ASKOPIS NTB untuk memperkuat kolaborasi antar-Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di berbagai perguruan tinggi di NTB.
Dengan latar belakang akademik dan pengalaman organisasi yang dimilikinya, Athik berkomitmen menjadikan ASKOPIS sebagai ruang bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penguatan kelembagaan, akreditasi, pengembangan dosen, hingga peningkatan kapasitas lulusan KPI.
Athik mengatakan amanah tersebut menjadi tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan semangat kolaborasi.
“Sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah yang diberikan saat ini, tentunya saya berharap besar melalui ASKOPIS NTB kita bisa saling membantu dalam memajukan kualitas akreditasi KPI di semua kampus khususnya di NTB, para dosen KPI, hingga alumni kita,” tegas Athik.
Menurutnya, ASKOPIS NTB tidak cukup hanya menjadi wadah silaturahmi antarprogram studi. Organisasi tersebut harus mampu menjadi ruang bertukar gagasan dan merumuskan langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Program Studi KPI.
Athik juga berharap kontribusi para akademisi dan insan komunikasi Islam dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pembangunan Nusa Tenggara Barat.
“Harapannya tentunya juga kita mampu memberikan efek positif untuk kemajuan Nusa Tenggara Barat, dalam hal ini melalui buah pikiran dari anggota ASKOPIS NTB untuk mewujudkan NTB makmur mendunia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua ASKOPIS NTB periode sebelumnya, Prof. TGH. Fahrurrozi, mengatakan ASKOPIS merupakan wadah silaturahmi bagi para Ketua Program Studi KPI, dosen, hingga alumni yang memiliki perhatian terhadap pengembangan komunikasi Islam.
Menurutnya, keberadaan asosiasi juga memiliki posisi penting dalam membangun kolaborasi untuk meningkatkan mutu Program Studi KPI, termasuk dalam menghadapi kebutuhan akreditasi.
“ASKOPIS ini sebagai wadah silaturahim bagi semua Ketua Program Studi KPI, dosen, hingga alumni yang menjadi peneliti. Ruang ini juga tentunya sebagai forum interaksi membangun mutu akreditasi Prodi KPI yang unggul,” katanya.
Ia menjelaskan, Musda II ASKOPIS NTB menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus menjaga keberlanjutan organisasi.
Dengan kepemimpinan baru periode 2026-2030, ASKOPIS NTB diharapkan semakin aktif memperkuat jejaring antarkampus, mendorong peningkatan mutu akademik, pengembangan penelitian, peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta memperkuat peran alumni.
Pengalaman Athik sebagai alumni PMII dan pernah menjadi bagian dari kepengurusan KOPRI PB PMII juga menjadi modal organisasi dalam membangun jejaring dan kolaborasi lintas kalangan.
Kiprah tersebut diharapkan dapat memperkuat peran ASKOPIS NTB sebagai asosiasi keilmuan sekaligus ruang kolaboratif bagi pengembangan komunikasi dan penyiaran Islam di NTB.




