MATARAM – Kiprah kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Nusa Tenggara Barat terus mewarnai berbagai sektor strategis, mulai dari dunia akademik, organisasi kemasyarakatan, hingga pemberdayaan perempuan. Salah satu sosok yang menjadi inspirasi adalah Dr. Erma Suriani, S.Ag., M.S.I., akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang kini dipercaya memimpin Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Mataram.
Perjalanan pengabdian Dr. Erma menunjukkan bagaimana proses kaderisasi PMII mampu melahirkan pemimpin perempuan yang tidak hanya berkiprah di lingkungan kampus, tetapi juga aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga Ikatan Alumni PMII.
Lahir di Mandik Batu, Lombok Timur, pada 31 Desember 1976, Erma Suriani menempuh pendidikan dasar di SDN 2 Gelanggang Sakra, kemudian melanjutkan ke MTs Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat, dan MA Pondok Pesantren Nurul Hakim dengan konsentrasi Biologi.
Semangat menuntut ilmu membawanya melanjutkan pendidikan tinggi di STAIN Mataram pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan lulus pada tahun 2000. Selanjutnya ia menyelesaikan pendidikan magister di IAIN Walisongo Semarang pada Program Studi Pendidikan Islam pada tahun 2009.
Komitmennya dalam pengembangan keilmuan berlanjut hingga meraih gelar doktor pada Program Studi Doktor Studi Islam di UIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2021. Sebelumnya, pada tahun 2010, ia juga memperoleh Sertifikat Pendidik Profesional sebagai dosen.
Berproses dari PMII hingga Menjadi Ketua IKA PMII Mataram
Dalam perjalanan organisasinya, Dr. Erma Suriani merupakan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang aktif sejak masa kuliah.
Ia pernah dipercaya menjadi Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) Cabang Mataram periode 1999–2000, sebuah amanah yang menjadi tonggak awal kepemimpinannya di organisasi mahasiswa.
Setelah menyelesaikan masa aktif sebagai kader mahasiswa, pengabdiannya kepada PMII tidak pernah berhenti. Pada tahun 2022, ia kembali memperoleh kepercayaan sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII Cabang Mataram periode 2022–2027.
Di bawah kepemimpinannya, IKA PMII Cabang Mataram terus mendorong penguatan jejaring alumni, kolaborasi lintas profesi, serta kontribusi nyata alumni dalam pembangunan daerah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Berkiprah di Dunia Akademik
Sebagai dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) di UIN Mataram, Dr. Erma Suriani dikenal aktif dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Perjalanan kepemimpinannya di lingkungan kampus terus berkembang melalui berbagai jabatan strategis. Ia pernah menjabat sebagai:
- Ketua Qur’anic Center UIN Mataram (2016–2017)
- Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Mataram (2021–2025)
- Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Mataram (2026–2029)
Sebagai Kepala PSGA, ia memiliki komitmen memperkuat pengarusutamaan gender, perlindungan perempuan dan anak, serta menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.
Aktif di Organisasi Nahdlatul Ulama
Selain aktif di dunia akademik, Dr. Erma juga dikenal sebagai kader perempuan Nahdlatul Ulama yang konsisten mengembangkan organisasi.
Beberapa amanah yang pernah dan sedang diembannya antara lain:
- Sekretaris Umum PW IPPNU NTB (2000–2003)
- Sekretaris I Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) NTB (2012–2017)
- Ketua Biro Pengembangan Potensi Perempuan PW Muslimat NU NTB (2016–2021)
- Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU NTB (2020–2025)
- Sekretaris I PW Muslimat NU NTB (2021–2026)
Konsistensi tersebut menunjukkan dedikasinya dalam memperkuat kapasitas perempuan, pendidikan keluarga, serta pemberdayaan masyarakat melalui organisasi kemasyarakatan Islam.
Mengabdi Melalui Majelis Ulama Indonesia
Kepercayaan terhadap kapasitas akademik dan kepemimpinannya juga terlihat dari amanah yang diberikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Ia pernah menjadi Anggota Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) MUI NTB periode 2021–2026, sebelum kemudian dipercaya sebagai Sekretaris Komisi PRK MUI NTB periode 2026–2031.
Melalui peran tersebut, Dr. Erma aktif memberikan kontribusi dalam isu-isu perlindungan perempuan, ketahanan keluarga, pendidikan generasi muda, serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Inspirasi bagi Kader Perempuan PMII
Perjalanan Dr. Erma Suriani menjadi bukti bahwa proses kaderisasi PMII mampu melahirkan perempuan-perempuan pemimpin yang berintegritas, berprestasi, dan memiliki komitmen kuat terhadap pengabdian.
Mulai dari aktivis KOPRI PMII, akademisi, pimpinan program studi, Kepala PSGA, pengurus Muslimat NU, pengurus MUI, hingga Ketua IKA PMII Cabang Mataram, seluruh perjalanan tersebut menunjukkan kesinambungan nilai-nilai kaderisasi PMII yang terus hidup dalam ruang pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.
Bagi kader PMII, khususnya kader perempuan, sosok Dr. Erma Suriani menjadi inspirasi bahwa kepemimpinan dibangun melalui proses belajar yang panjang, konsistensi dalam organisasi, serta dedikasi tanpa henti untuk kemajuan masyarakat.
Melalui kiprah akademik, organisasi, dan pengabdiannya, Dr. Erma Suriani terus menunjukkan bahwa alumni PMII memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul, memperkuat moderasi beragama, serta mendorong pembangunan yang inklusif di Nusa Tenggara Barat.




