Muhammad Shalihin : Dari Aktivis PMII Mataram Menjadi Pengusaha Muda dan Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Shalihin merupakan salah satu kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Mataram yang berhasil menunjukkan bahwa proses kaderisasi organisasi dapat melahirkan pemimpin yang tidak hanya aktif di dunia pergerakan, tetapi juga mampu berkiprah sebagai pengusaha dan inovator sosial.

Dalam sejarah kepemimpinan PMII Mataram, Muhammad Shalihin tercatat sebagai Ketua PMII Cabang Mataram Periode 2016–2017. Masa kepemimpinannya berada pada fase ketika PMII semakin aktif memperkuat gerakan intelektual, kaderisasi, dan advokasi terhadap berbagai isu sosial kemasyarakatan di Nusa Tenggara Barat.

Berproses dari PMII Mataram

Sebagai kader PMII, Muhammad Shalihin tumbuh dalam tradisi organisasi yang menekankan keseimbangan antara intelektualitas, spiritualitas, dan pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman berorganisasi sejak tingkat kader hingga memimpin PMII Mataram menjadi bekal penting dalam membangun karakter kepemimpinannya.

Di lingkungan PMII, ia dikenal sebagai kader yang aktif dalam berbagai forum diskusi, kaderisasi, dan gerakan mahasiswa. Pengalaman tersebut membentuk pola pikir kritis, kemampuan membangun jaringan, serta keberanian mengambil keputusan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Sebagaimana banyak kader PMII lainnya, perjalanan hidupnya tidak selalu berjalan mulus. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, Muhammad Shalihin sempat mengalami masa sulit ketika belum memperoleh pekerjaan tetap. Namun pengalaman tersebut justru menjadi titik balik yang membentuk semangat kemandiriannya.

Lahir dari Desa dan Berani Memulai Usaha

Muhammad Shalihin lahir di Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, pada 6 Februari 1993. Berasal dari lingkungan masyarakat pedesaan membuatnya memahami secara langsung persoalan yang dihadapi petani dan pelaku usaha kecil.

Alih-alih menunggu kesempatan kerja datang, ia memilih menciptakan peluang sendiri melalui dunia usaha. Dengan modal yang sangat terbatas, sekitar Rp1,5 juta, ia memulai usaha distribusi sayuran berbasis digital yang kemudian dikenal dengan nama GO Mayur.

Pada tahap awal, ia fokus menjual komoditas yang relatif tahan lama seperti wortel, kentang, dan bawang untuk mengurangi risiko kerugian akibat kerusakan produk. Strategi tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas barang sekaligus membangun kepercayaan pelanggan.

Mendirikan GO Mayur

GO Mayur hadir sebagai platform pemasaran dan distribusi sayur-mayur yang menghubungkan petani dengan konsumen secara lebih efisien.

Berawal dari usaha kecil berbasis pemesanan daring, GO Mayur berkembang menjadi unit usaha yang melayani kebutuhan masyarakat, terutama di Kota Mataram. Mayoritas pelanggan pada masa awal berasal dari kalangan ibu rumah tangga yang membutuhkan bahan pangan segar dengan harga yang kompetitif.

Seiring waktu, usaha tersebut terus berkembang hingga memiliki tim yang membantu proses pengemasan dan pengantaran produk kepada pelanggan.

Melalui inovasi tersebut, Muhammad Shalihin menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani.

GO Mayur Mendukung Program Makan Bergizi Gratis

Saat ini GO Mayur berada di bawah naungan CV. Sejahtera Nusantara Abadi dan berkembang menjadi perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan, distribusi, serta perdagangan bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.

GO Mayur juga mengambil peran sebagai salah satu mitra pemasok bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program strategis nasional.

Melalui jaringan kemitraan dengan petani, peternak, nelayan, kelompok tani, UMKM, dan distributor resmi, GO Mayur menyediakan berbagai kebutuhan pangan seperti:

  • Beras
  • Telur
  • Daging ayam
  • Ikan
  • Sayuran segar
  • Buah-buahan
  • Minyak goreng
  • Gula
  • Berbagai kebutuhan sembako lainnya

Komitmen tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha pangan di daerah.

Sebagai perusahaan, GO Mayur mengusung nilai-nilai:

  • Integritas
  • Kualitas
  • Kemitraan
  • Inovasi
  • Keberlanjutan

Dengan tagline:

“Dari Petani untuk Negeri, Menyediakan Pangan Berkualitas untuk Generasi Sehat Indonesia.”

Pengabdian Melalui Kewirausahaan

Bagi Muhammad Shalihin, dunia usaha bukan sekadar ruang mencari keuntungan ekonomi. Lebih dari itu, kewirausahaan merupakan sarana pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Pengalaman berproses di PMII membentuk keyakinannya bahwa kader harus mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Salah satu bentuk solusi tersebut adalah menciptakan lapangan kerja, memperkuat jaringan ekonomi rakyat, serta membangun sistem distribusi yang lebih adil bagi petani dan pelaku usaha kecil.

Karena itu, GO Mayur tidak hanya berfungsi sebagai perusahaan distribusi pangan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara petani, pelaku UMKM, dan konsumen.

Warisan Kepemimpinan

Dalam perjalanan PMII Mataram dan dunia kewirausahaan di Nusa Tenggara Barat, Muhammad Shalihin dikenal sebagai:

  • Ketua PMII Cabang Mataram Periode 2016–2017
  • Kader PMII yang bertransformasi menjadi pengusaha muda
  • Pendiri GO Mayur
  • Direktur pengembangan usaha berbasis ekonomi kerakyatan
  • Penggerak kemitraan petani dan UMKM lokal
  • Pendukung rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Inspirasi bagi kader muda PMII dalam membangun kemandirian ekonomi

Inspirasi bagi Generasi PMII

Perjalanan Muhammad Shalihin menunjukkan bahwa kaderisasi PMII tidak hanya melahirkan aktivis, birokrat, akademisi, atau politisi, tetapi juga mampu melahirkan wirausahawan yang berkontribusi bagi pembangunan ekonomi masyarakat.

Dari ruang-ruang diskusi PMII hingga membangun perusahaan distribusi pangan, Muhammad Shalihin membuktikan bahwa semangat pergerakan dapat diwujudkan melalui kerja-kerja ekonomi yang berpihak kepada rakyat.

Keberhasilannya membangun GO Mayur dari modal yang sangat terbatas menjadi inspirasi bahwa keberanian, ketekunan, dan semangat belajar dapat mengubah keterbatasan menjadi peluang untuk mengabdi kepada masyarakat, daerah, dan bangsa.

Referensi

  • Website resmi GO Mayur: GO Mayur
  • Profil dan perjalanan usaha Muhammad Shalihin yang dipublikasikan berbagai media lokal NTB.
  • Arsip sejarah Ketua PMII Cabang Mataram Periode 1972–2026.
Follow WhatsApp Channel berita.ikapmiintb.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, M.A
Profil Prof. Masnun Tahir: Rektor UIN Mataram, Ketua PWNU NTB, dari Anak Petani hingga Tokoh Nasional
IKA-PMII NTB Gelar Iftor Jama’i ke-7, Tekankan Keaktfikan Alumni dan Kaderisasi
Sejarah Awal Masuk PMII di Mataram: Jejak Pergerakan Mahasiswa Islam di Nusa Tenggara Barat
Lalu Putrajab: Tokoh Perintis dan Penggerak Awal PMII Mataram
Drs. H. Marinah Hardy: Tokoh Penggerak PMII Mataram dan Penjaga Estafet Kaderisasi
Drs. H. Moh. Jamiludin, MM Pemimpin Regenerasi PMII Mataram dan Penguat Tradisi Kaderisasi
Jayadi : Dari PMII Menuju Pengabdian untuk Nahdlatul Ulama dan Pemberdayaan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:58 WITA

Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, M.A

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:57 WITA

IKA-PMII NTB Gelar Iftor Jama’i ke-7, Tekankan Keaktfikan Alumni dan Kaderisasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:57 WITA

Sejarah Awal Masuk PMII di Mataram: Jejak Pergerakan Mahasiswa Islam di Nusa Tenggara Barat

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:57 WITA

Lalu Putrajab: Tokoh Perintis dan Penggerak Awal PMII Mataram

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:57 WITA

Drs. H. Marinah Hardy: Tokoh Penggerak PMII Mataram dan Penjaga Estafet Kaderisasi

Berita Terbaru

Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, M.A

PMII & ALUMNI

Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, M.A

Jumat, 10 Jul 2026 - 16:58 WITA