Jayadi merupakan salah satu tokoh kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Nusa Tenggara Barat yang dikenal karena konsistensinya dalam menjaga tradisi kaderisasi, penguatan intelektual, dan pengabdian kepada masyarakat. Perjalanan organisasinya menunjukkan kesinambungan nilai-nilai PMII yang terus hidup hingga setelah masa kemahasiswaan berakhir.
Sebagai mantan Ketua PMII Cabang Mataram periode 2007–2008, Jayadi menjadi bagian dari generasi pemimpin muda yang berperan dalam menjaga dinamika organisasi di tengah perkembangan sosial dan politik pasca reformasi. Setelah menyelesaikan masa kepemimpinannya di PMII, ia tetap melanjutkan pengabdian melalui berbagai aktivitas sosial-keagamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama, khususnya melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Nusa Tenggara Barat.
Tumbuh dalam Tradisi Kaderisasi PMII
Jayadi dibentuk melalui proses kaderisasi PMII yang menekankan keseimbangan antara penguatan intelektual, spiritualitas, kepemimpinan, dan kepekaan sosial. Sejak menjadi kader, ia aktif dalam berbagai forum diskusi, pelatihan kader, advokasi mahasiswa, serta kegiatan kemasyarakatan yang menjadi ciri khas gerakan PMII.
Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang inklusif dan dialogis, sekaligus memperkuat komitmennya terhadap nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Memimpin PMII Mataram
Saat dipercaya menjadi Ketua PMII Cabang Mataram periode 2007–2008, Jayadi memimpin organisasi dalam fase penting penguatan konsolidasi kader dan pengembangan kapasitas organisasi.
Di bawah kepemimpinannya, PMII terus mendorong budaya diskusi, pengembangan wawasan kritis, serta peningkatan kualitas kader melalui berbagai forum kaderisasi formal maupun nonformal. Ia meyakini bahwa PMII harus menjadi ruang pembelajaran yang mampu melahirkan generasi muda yang memiliki integritas, keberanian berpikir, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Bagi Jayadi, kaderisasi bukan sekadar proses organisasi, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.
Mengabdi Melalui Lakpesdam NU NTB
Setelah aktif di PMII, Jayadi melanjutkan kiprahnya di lingkungan Nahdlatul Ulama melalui Lakpesdam NU NTB. Di lembaga ini, ia terlibat dalam berbagai kegiatan yang berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, pendidikan masyarakat, pengembangan demokrasi, moderasi beragama, serta pemberdayaan komunitas.
Keterlibatannya di Lakpesdam NU menunjukkan kesinambungan antara nilai-nilai yang diperoleh selama berproses di PMII dengan pengabdian nyata di tengah masyarakat. Baginya, PMII dan NU merupakan dua entitas yang memiliki hubungan historis dan kultural yang saling melengkapi dalam membangun peradaban yang berkeadaban dan inklusif.
Melalui Lakpesdam, Jayadi aktif mendorong lahirnya ruang-ruang dialog, pendidikan masyarakat, dan penguatan kapasitas warga sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang cerdas, toleran, dan mandiri.
Menjaga Nilai Islam Moderat dan Kebangsaan
Sebagai kader PMII dan aktivis NU, Jayadi dikenal sebagai sosok yang konsisten mengawal nilai-nilai Islam moderat, toleran, dan ramah terhadap keberagaman. Ia memandang bahwa tantangan zaman harus dihadapi dengan penguatan literasi, pendidikan, dan dialog yang sehat di tengah masyarakat.
Pandangan tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip Nahdlatul Ulama yang menjunjung tinggi nilai tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil).
Inspirasi bagi Generasi Kader
Perjalanan Jayadi menunjukkan bahwa kaderisasi PMII tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan masa kepengurusannya. Justru setelah menjadi alumni, ruang pengabdian semakin luas melalui berbagai profesi dan organisasi kemasyarakatan.
Konsistensinya dalam melanjutkan perjuangan melalui Lakpesdam NU NTB menjadi contoh nyata bagaimana kader PMII dapat terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Warisan Pengabdian
Dalam perjalanan organisasi PMII dan NU di Nusa Tenggara Barat, Jayadi dikenal sebagai:
• Ketua PMII Cabang Mataram Periode 2007–2008
• Kader yang tumbuh dari tradisi intelektual dan kaderisasi PMII
• Penggerak penguatan kapasitas kader dan konsolidasi organisasi
• Aktivis Lakpesdam NU NTB yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat
• Pengawal nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan moderasi beragama
• Penghubung semangat kaderisasi PMII dengan gerakan sosial Nahdlatul Ulama
Melalui dedikasi dan pengabdiannya, Jayadi menjadi salah satu representasi kader PMII yang berhasil menerjemahkan nilai-nilai organisasi ke dalam kerja-kerja nyata di tengah masyarakat. Kiprahnya membuktikan bahwa kaderisasi yang baik akan melahirkan pemimpin yang tidak hanya aktif saat menjadi mahasiswa, tetapi juga terus mengabdi sepanjang hayat untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.




