Lalu Putrajab merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namanya tercatat sebagai generasi awal yang berperan besar dalam menjaga keberlangsungan organisasi setelah masa-masa awal berdirinya PMII Mataram pada dekade 1970-an.
Sebagai kader perintis, Lalu Putrajab menjadi bagian dari kelompok mahasiswa yang membangun fondasi gerakan PMII di NTB ketika organisasi tersebut masih dalam tahap pengenalan dan pengembangan di lingkungan kampus-kampus Mataram.
Awal Perjalanan PMII di Mataram
PMII secara nasioanal lahir pada 17 April 1960 di Surabaya. Di NTB, khususnya Mataram, perkembangan PMII mulai terlihat pada awal tahun 1970-an setelah sejumlah alumni PMII dari berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa kembali ke daerah.
Tokoh-tokoh seperti Drs. H. Israil, L. Moh. Chatim, BA, dan Prof. Lalu Saeful Muslim menjadi motor penggerak awal yang memperkenalkan PMII kepada mahasiswa di Mataram.
Pada tahun 1972, PMII Cabang Mataram resmi dibentuk. Dalam kepengurusan pertama, Lalu Misban dipercaya sebagai Ketua Umum PMII Mataram pertama, sementara Lalu Putrajab menjabat sebagai Sekretaris Cabang.
Posisi tersebut menempatkan Lalu Putrajab sebagai salah satu aktor utama dalam proses konsolidasi organisasi yang saat itu masih sangat sederhana dan menghadapi berbagai keterbatasan.
Menjadi Ketua PMII Mataram
Setelah berakhirnya masa kepemimpinan Lalu Misban, tongkat estafet kepemimpinan PMII Mataram dipercayakan kepada Lalu Putrajab.
Ia menjabat sebagai Ketua PMII Mataram periode 1975–1985, sebuah masa yang sangat penting dalam sejarah organisasi.
Pada periode tersebut, PMII Mataram menghadapi tantangan besar dalam membangun kaderisasi, memperluas jaringan organisasi, dan memperkuat eksistensi PMII di lingkungan perguruan tinggi.
Di bawah kepemimpinannya, PMII terus berkembang dan mulai dikenal sebagai organisasi mahasiswa Islam yang aktif dalam pengembangan intelektual, kepemimpinan, dan gerakan sosial kemasyarakatan.
Membangun Tradisi Kaderisasi
Salah satu kontribusi terbesar Lalu Putrajab adalah menjaga kesinambungan kaderisasi PMII di Mataram.
Saat jumlah kader masih terbatas dan organisasi belum memiliki sumber daya yang memadai, ia bersama para pengurus cabang berupaya membangun budaya diskusi, pelatihan kepemimpinan, serta penguatan ideologi organisasi.
Langkah tersebut menjadi fondasi penting yang kemudian melahirkan banyak kader PMII yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, birokrasi, politik, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia akademik.
Kontribusi terhadap PMII NTB
Peran Lalu Putrajab tidak hanya sebatas sebagai pengurus organisasi mahasiswa. Ia merupakan bagian dari generasi yang berhasil menjaga nyala PMII di NTB sehingga organisasi tersebut mampu bertahan dan berkembang hingga saat ini.
Banyak kader PMII NTB yang lahir pada generasi berikutnya mengakui bahwa keberhasilan PMII menjadi salah satu organisasi mahasiswa terbesar di NTB tidak lepas dari perjuangan generasi awal seperti Lalu Putrajab.
Semangat kaderisasi, independensi, dan pengabdian kepada masyarakat yang ditanamkan oleh para pendiri dan perintis menjadi warisan berharga bagi kader PMII hingga sekarang.
Warisan Perjuangan
Dalam sejarah PMII Kota Mataram, nama Lalu Putrajab selalu dikenang sebagai:
- Sekretaris PMII Mataram pertama (1972–1975)
- Ketua PMII Mataram periode 1975–1985
- Tokoh perintis PMII NTB
- Penggerak kaderisasi generasi awal PMII Mataram
- Penjaga eksistensi organisasi pada masa-masa awal perkembangan PMII di NTB
Perjalanan dan pengabdian Lalu Putrajab menjadi bukti bahwa kemajuan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh ketulusan, komitmen, dan konsistensi para kader dalam menjaga cita-cita perjuangan.
Hingga hari ini, nama Lalu Putrajab tetap menjadi bagian penting dari mozaik sejarah PMII di Nusa Tenggara Barat dan layak dikenang sebagai salah satu tokoh yang meletakkan dasar kuat bagi tumbuh dan berkembangnya PMII di Bumi Gora.





