Drs. H. Marinah Hardy: Tokoh Penggerak PMII Mataram dan Penjaga Estafet Kaderisasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Senior PMII dan Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Drs. H. Marinah Hardi merupakan salah satu tokoh senior Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Nusa Tenggara Barat yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga keberlangsungan organisasi sejak masa-masa awal pertumbuhannya di Kota Mataram. Sosoknya dikenal sebagai kader pejuang, tokoh adat, pembina generasi muda, serta figur yang konsisten mengawal hubungan historis dan ideologis antara PMII dan Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam perjalanan panjang organisasi, nama H. Marinah Hardi tercatat sebagai bagian dari generasi awal PMII Mataram yang berperan penting dalam memperkenalkan, mengembangkan, dan mempertahankan eksistensi PMII di tengah berbagai tantangan organisasi pada dekade 1970-an hingga 1980-an. Dedikasi dan loyalitasnya menjadikan beliau salah satu tokoh yang memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan PMII di Nusa Tenggara Barat.

Generasi Awal PMII Mataram

Perkembangan PMII di Kota Mataram mulai terlihat pada awal tahun 1970-an ketika sejumlah alumni PMII dari berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa kembali ke Nusa Tenggara Barat dan memperkenalkan organisasi kepada mahasiswa di daerah tersebut.

Pada masa awal tersebut, PMII masih berada dalam tahap konsolidasi dan penguatan organisasi. Bersama sejumlah kader pionir seperti Lalu Misban, Lalu Putrajab, Ahmad Taqiuddin, dan Syafii, H. Marinah Hardi menjadi bagian dari generasi pertama yang berjuang memperkenalkan PMII di lingkungan kampus-kampus Mataram.

Ketika beberapa kader inti melanjutkan pendidikan ke luar daerah dan aktivitas organisasi mengalami pasang surut, Marinah Hardi tetap aktif menjaga keberlangsungan organisasi. Dalam berbagai catatan sejarah PMII Mataram, beliau dikenal sebagai salah satu kader yang mempertahankan denyut gerakan agar PMII tidak mengalami kevakuman pada masa-masa sulit perkembangan organisasi.

Ketua PMII Mataram Periode 1985–1989

Berkat pengalaman, kapasitas kepemimpinan, dan dedikasinya terhadap organisasi, Drs. H. Marinah Hardi dipercaya memimpin PMII Mataram sebagai Ketua Cabang periode 1985–1989.

Masa kepemimpinannya berlangsung pada periode yang penuh dinamika, baik dalam kehidupan kemahasiswaan, perkembangan pendidikan tinggi, maupun perubahan sosial-politik nasional. Di bawah kepemimpinannya, PMII Mataram terus memperkuat tradisi kaderisasi, pengembangan intelektual, dan pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa.

Beliau mendorong PMII tidak hanya menjadi organisasi kemahasiswaan semata, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi kader untuk memahami persoalan keumatan, kebangsaan, pembangunan daerah, dan tanggung jawab sosial sebagai intelektual muda.

Penjaga Tradisi Kaderisasi dan Intelektualisme

Salah satu kontribusi terbesar H. Marinah Hardi adalah komitmennya dalam menjaga tradisi kaderisasi PMII. Baginya, kekuatan organisasi terletak pada kualitas kader yang dibangun melalui proses pendidikan, diskusi, pembacaan realitas sosial, dan penguatan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah.

Pada masa kepemimpinannya, kader-kader PMII didorong untuk aktif membaca, berdiskusi, menulis, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis sebagai bekal pengabdian kepada masyarakat. Tradisi intelektual tersebut menjadi fondasi yang kemudian melahirkan banyak kader PMII NTB yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari birokrasi, pendidikan, politik, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia usaha.

Penghubung PMII dan Nahdlatul Ulama

Sebagai alumni senior PMII sekaligus tokoh yang memiliki kedekatan dengan lingkungan Nahdlatul Ulama, H. Marinah Hardi dikenal sebagai figur yang konsisten menjaga hubungan historis antara PMII dan NU.

Beliau berulang kali menegaskan bahwa PMII dan NU memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan secara kultural dan ideologis. Dalam berbagai forum alumni dan kaderisasi, beliau selalu mengingatkan pentingnya membangun harmonisasi antara kader aktif dan alumni PMII agar organisasi tetap kokoh dan mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Menurut pandangannya, hubungan antara kader dan alumni harus berjalan layaknya tangan kanan dan tangan kiri yang saling menguatkan, tanpa ego sektoral dan kepentingan kelompok. Semangat kebersamaan tersebut menjadi salah satu pesan utama yang terus beliau sampaikan kepada generasi muda PMII.

Mendorong PMII Menjadi Penopang Gerakan NU

H. Marinah Hardi juga dikenal sebagai tokoh yang mendorong PMII untuk terus melahirkan kader-kader terbaik yang siap mengabdi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Beliau memandang PMII sebagai salah satu ruang strategis pencetak kader intelektual NU yang mampu mengisi berbagai sektor pengabdian, baik di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, maupun pembangunan masyarakat. Karena itu, PMII harus terus memperkuat kaderisasi agar dapat menjadi penopang utama gerakan NU, khususnya pada ruang-ruang yang belum terjangkau secara optimal oleh badan otonom NU lainnya.

Tokoh Pemersatu Antar Generasi

Selain dikenal sebagai organisator, H. Marinah Hardi juga dihormati sebagai penghubung antar generasi dalam tubuh PMII. Pengalaman panjang yang dimilikinya menjadikan beliau salah satu rujukan penting bagi kader-kader muda untuk memahami sejarah, nilai perjuangan, dan identitas organisasi.

Kehadirannya dalam berbagai forum organisasi, silaturahmi alumni, serta agenda keagamaan dan kemasyarakatan menunjukkan komitmennya yang tidak pernah berhenti terhadap proses kaderisasi dan penguatan gerakan.

Warisan Pengabdian

Dalam perjalanan sejarah PMII dan NU di Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Marinah Hardi dikenang sebagai:

• Tokoh generasi awal PMII Mataram
• Penggerak organisasi pada masa-masa sulit perkembangan PMII
• Ketua PMII Mataram Periode 1985–1989
• Penjaga kesinambungan kaderisasi PMII di NTB
• Penghubung generasi pendiri dan kader penerus PMII
• Tokoh senior yang menguatkan hubungan PMII dan Nahdlatul Ulama
• Pembina kader dan penjaga tradisi intelektual organisasi

Jejak pengabdian yang ditinggalkan H. Marinah Hardi menjadi bagian penting dari sejarah gerakan mahasiswa Islam di Nusa Tenggara Barat. Keteladanan, loyalitas, dan komitmennya dalam menjaga kaderisasi serta memperkuat hubungan PMII dan NU menjadikan beliau sebagai salah satu figur inspiratif yang patut dikenang dan diteladani oleh generasi penerus.

Bagi kader PMII masa kini, sosok Drs. H. Marinah Hardi adalah representasi kader yang tidak hanya aktif ketika memegang jabatan, tetapi tetap mengabdikan diri kepada organisasi, umat, dan bangsa sepanjang hayatnya.

Follow WhatsApp Channel berita.ikapmiintb.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Prof. Masnun Tahir: Rektor UIN Mataram, Ketua PWNU NTB, dari Anak Petani hingga Tokoh Nasional
Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, M.A
Dr. H. Jamaluddin, S.H., M.Si. Dari Ketua PMII Mataram Menuju Akademisi, Tokoh Nahdlatul Ulama, dan Penggerak Kepemimpinan Nasional
Sekretaris IKA PMII Kabupaten Dompu Ajak Seluruh Alumni Segera Ikut Pendataan Alumni
PMII Mataram dan IKA PMII NTB Gerakkan Donasi Massal Bangun Graha Mahbub Djunaidi
IKA-PMII NTB Gelar Iftor Jama’i ke-7, Tekankan Keaktfikan Alumni dan Kaderisasi
Sejarah Awal Masuk PMII di Mataram: Jejak Pergerakan Mahasiswa Islam di Nusa Tenggara Barat
Lalu Misban: Ketua Pertama PMII Mataram dan Pelopor Kaderisasi PMII di Nusa Tenggara Barat

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:58 WITA

Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, M.A

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:57 WITA

Lalu Aksar Ansori Faishal : Dari Ketua PMII Mataram Menuju Tokoh Demokrasi dan Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:57 WITA

Dr. H. Jamaluddin, S.H., M.Si. Dari Ketua PMII Mataram Menuju Akademisi, Tokoh Nahdlatul Ulama, dan Penggerak Kepemimpinan Nasional

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:57 WITA

Sekretaris IKA PMII Kabupaten Dompu Ajak Seluruh Alumni Segera Ikut Pendataan Alumni

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:57 WITA

PMII Mataram dan IKA PMII NTB Gerakkan Donasi Massal Bangun Graha Mahbub Djunaidi

Berita Terbaru

Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, M.A

PMII & ALUMNI

Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, M.A

Jumat, 10 Jul 2026 - 16:58 WITA