Dalam sejarah panjang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mataram, nama Dr. H. Jamaluddin, S.H., M.Si. merupakan salah satu figur penting yang berhasil melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi pada era 1990-an. Ia tercatat sebagai Ketua PMII Cabang Mataram Periode 1991–1993, melanjutkan kepemimpinan Drs. H. Moh. Jamiludin, M.M. (1989–1991) dan kemudian menyerahkan tongkat estafet kepada Lalu Aksar Ansori Faishal (1993–1994). (Lombok Fokus)
Kepemimpinannya berlangsung pada masa ketika PMII Mataram semakin berkembang sebagai organisasi kader yang memperkuat tradisi intelektual, kaderisasi, serta pengabdian kepada masyarakat. Dari proses kaderisasi inilah lahir banyak tokoh yang kemudian berkiprah di bidang pendidikan, pemerintahan, organisasi keagamaan, hingga politik di Nusa Tenggara Barat.
Lahir dan Menempuh Pendidikan
Dr. H. Jamaluddin lahir di Bonder, Lombok, pada 31 Desember 1964. Ketertarikannya pada dunia pendidikan dan organisasi telah tumbuh sejak masa sekolah.
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum pada Jurusan Hukum Masyarakat/Pembangunan di Universitas 45 Mataram pada tahun 1989. Semangat belajar yang tinggi membawanya melanjutkan studi Magister Ilmu Administrasi Konsentrasi Kebijakan Publik di Universitas Pasundan Bandung, lulus dengan predikat Cum Laude sekaligus menjadi wisudawan terbaik pada tahun 2006.
Komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan kemudian membawanya meraih gelar Doktor Ilmu Sosial dengan konsentrasi Administrasi Publik di Universitas Pasundan pada tahun 2014. (Universitas PGRI Pontianak)
Berproses di PMII Mataram
Sebagai kader PMII, Jamaluddin dikenal aktif mengikuti proses kaderisasi dan tradisi intelektual organisasi. PMII menjadi ruang yang membentuk karakter kepemimpinannya melalui diskusi, pelatihan kepemimpinan, advokasi mahasiswa, serta penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan kebangsaan.
Ketika dipercaya memimpin PMII Cabang Mataram periode 1991–1993, organisasi sedang mengalami pertumbuhan kader yang cukup pesat. Ia mendorong penguatan kaderisasi, memperluas ruang diskusi akademik, serta mempererat hubungan PMII dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Masa kepemimpinannya menjadi salah satu mata rantai penting dalam sejarah PMII Mataram yang telah berdiri sejak tahun 1972 dan terus berkembang sebagai laboratorium kepemimpinan bagi generasi muda NTB. (Lombok Fokus)
Melanjutkan Pengabdian di Nahdlatul Ulama
Selesai memimpin PMII, Jamaluddin tetap melanjutkan pengabdiannya melalui berbagai organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Sejumlah amanah yang pernah diembannya antara lain:
- Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lombok Barat.
- Wakil Sekretaris GP Ansor NTB.
- Pengurus PUSBAHAM PP GP Ansor.
- Sekretaris LKKNU NTB.
- Wakil Ketua LPBHNU Jawa Barat.
- Wakil Ketua PCNU Kabupaten Bandung.
- Dewan Ahli PW ISNU Jawa Barat.
- Anggota Komisi Hukum MUI Jawa Barat. (Universitas PGRI Pontianak)
Rangkaian amanah tersebut menunjukkan kesinambungan pengabdian yang berawal dari PMII, kemudian berlanjut di GP Ansor, Nahdlatul Ulama, hingga lembaga-lembaga keagamaan dan profesi.
Menjadi Akademisi
Selain aktif di organisasi, Jamaluddin dikenal sebagai akademisi dan dosen yang mengabdikan diri di perguruan tinggi.
Setelah hijrah ke Bandung pada tahun 1994, ia mengajar di berbagai perguruan tinggi Islam, termasuk menjadi dosen tetap di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Sebagai akademisi, ia aktif mengajar, melakukan penelitian, menulis buku, serta mengembangkan kajian administrasi publik, hukum, kebijakan publik, dan pendidikan kewarganegaraan. (Universitas PGRI Pontianak)
Kepemimpinan yang Berbasis Nilai
Dalam perjalanan pengabdiannya, Jamaluddin dikenal sebagai sosok yang mengedepankan:
- Integritas dalam menjalankan amanah.
- Penguatan kaderisasi sebagai investasi masa depan organisasi.
- Tradisi intelektual sebagai ciri khas PMII.
- Musyawarah dalam mengambil keputusan.
- Pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan dan organisasi.
Nilai-nilai tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan perjalanan hidupnya dari aktivis mahasiswa hingga akademisi dan tokoh Nahdlatul Ulama.
Warisan bagi PMII
Dalam sejarah PMII Mataram, Dr. H. Jamaluddin dikenang sebagai:
- Ketua PMII Cabang Mataram Periode 1991–1993.
- Penguat tradisi kaderisasi dan intelektual PMII.
- Kader PMII yang melanjutkan pengabdian di GP Ansor dan Nahdlatul Ulama.
- Akademisi dan dosen di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
- Tokoh hukum, administrasi publik, dan pendidikan.
Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa proses kaderisasi PMII tidak berhenti ketika masa kepengurusan selesai. Nilai-nilai yang ditanamkan selama menjadi kader terus hidup dalam berbagai bentuk pengabdian, baik di dunia pendidikan, organisasi keagamaan, maupun kehidupan masyarakat.
Bagi kader PMII masa kini, sosok Dr. H. Jamaluddin menjadi teladan bahwa kepemimpinan dibangun melalui proses belajar yang panjang, konsistensi dalam organisasi, serta komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.




